Digital Mark Reader (DMR)

Sistem pengenal tulisan tangan manusia atau Digital Mark Reader (DMR)

Prof. Dr. Ir. Ing. Iping Supriana, DEA, peneliti di Teknik Informatika ITB merupakan penggagas dari produk DMR. Sebagai pimpinan Tim Riset Unggulan ITB tahun 2002/2003, pengembangan DMR dilakukan Prof. Iping bersama 3 peneliti lain dari Teknik Informatika ITB, yaitu Dr. Ayu Purwarianti, S.T, M.T, M. Arif Rahmat, S.T, dan Peb Ruswono Aryan, S.T, M.T. Penelitian DMR ini awalnya merupakan sebuah riset bertemakan Optical Mark Recognition (OMR) versi digital dengan memanfaatkan pemindai dokumen yang berbiaya rendah untuk membaca Lembar Jawab Komputer (LJK). DMR telah digunakan oleh ribuan lembaga di Indonesia dan luar negeri, termasuk di antaranya ratusan perguruan tinggi, ratusan lembaga di bawah koordinasi Kemdikbud, ratusan cabang lembaga bimbingan belajar, kepolisian, militer, biro psikologi dan konsultan SDM. DMR digunakan untuk rekrutmen, evaluasi kinerja pegawai, ujian psikologi dan seleksi polisi, militer dan CPNS, survei kepuasan pelanggan, hingga untuk pengawasan peralatan di perusahaan minyak asing.